Pada dasarnya, Hipotesis merupakan suatu proposisi atau tanggapan yang
mungkin benar, dan sering digunakan sebagai dasar pembuatan keputusan/pemecahan
persoalan ataupun untuk dasar penelitian lebih lanjut. Sedangkan,
Pengujian hipotesis statistik ialah prosedur yang memungkinkan keputusan
dapat dibuat, yaitu keputusan untuk menolak atau tidak menolak hipotesis yang sedang
dipersoalkan atau diuji. Untuk menguji hipotesis digunakan data yang dikumpulkan dari
sampel, sehingga merupakan data perkiraan (estimate).
Hipotesis yang berupa anggapan atau pendapat dapat
didasarkan atas:
- Teori
- Pengalaman
- Ketajaman berpikir
Dalam hipotesis sendiri terdapat 2 jenis kesalahan, yaitu :
- Kesalahan yang disebabkan karena kita menolak hipotesis nol padahal hipotesis nol itu benar, disebut kesalahan jenis I atau Type of Error I
- kesalahan yang disebabkan karena kita menerima hipotesis nol padahal hipotesis itu salah disebut kesalahan jenis II atau Type of Error II.
Pembuat
keputusan biasanya berusahan agar kedua jenis kesalahan tersebut ditekan sampai
sekecil-kecilnya, dimana nilai dan minimum. Hal ini dimungkinkan dengan cara
memperbesar jumlah n (sample semakin besar).
Pengujian hipotesis satu rata - rata
Pendapat
atau anggapan yang merupakan hipotesis, apabila akan dipergunakan untuk membuat
keputusan atau untuk menentukan langkah-langkah berikutnya, harus diuji
terlebih dahulu. Prosedur yang perlu diperhatikan dalam pengujian hipotesis
tentang satu rata-rata adalah sebagai berikut :
1. Rumuskan Hipotesis
2. Tentukan nilai = tingkat nyata
(significant level) = probabilitas untuk melakukan kesalahan jenis I dan cari
nilai atau ⁄ dari tabel Normal.
3. Hitung Z0 sebagai kriteria pengujian, Berikut
rumus yang digunakan pada pengujian tentang satu rata-rata :
Untuk data n > 30 :
Untuk data n < 30 :
4. Keputusan dan kesimpulan
Contoh soal :
Dari 100 nasabah bank rata-rata melakukan penarikan $495 per bulan melalui ATM,
dengan standar deviasi = $45. Dengan taraf nyata 5%, ujilah Apakah rata-rata
nasabah menarik uang melalui ATM sebesar $500 per bulan dengan alternatif lebih
besar dari itu.
Jawab :
Diketahui :
Prosedur Pengujian Hipotesis
1. Rumuskan Hipotesis
Dari soal diketahui bahwa pengujian hipotesis dilakukan dengan satu arah kiri,
sehingga rumusan hipotesisnya sebagai berikut :
2. Tentukan Taraf Nyata Pengujian (nilai significant level), a = 5% = 0.05. Kemudian
ditentukan nilai dari dengan menggunakan tabel pada Lampiran 1, sehingga
diperoleh
Perhatikan gambar berikut.
3. Hitung nilai Statistik uji menggunakan (karena sampel besar) dengan arah
pengujian 1 arah.
4. Keputusan dan kesimpulan
Karena Z0 < Ztable maka H0 diterima. Artinya rata-rata nasabah menarik uang
melalui ATM adalah sebesar $500 per bulan dengan tingkat keyakinan 95%.
Pengujian hipotesis dua rata - rata (data saling Independen)
Untuk pengujian hipotesis dengan dua rata-rata kita menggunakan rumus sebagai
berikut:
n > 30 :
Dimana
Apabila tidak diketahui, dapat diestimasi dengan:
n < 30 :
Contoh soal :
Seorang pemilik toko yang menjual dua macam bola lampu merek A dan B,
berpendapat bahwa tak ada perbedaan rata-rata lamanya menyala bola lampu
kedua merek tersebut dengan alternatif ada perbedaan (tak sama). Guna menguji
pendapatnya itu, kemudian dilakukan eksperimen dengan jalan menjalankan 100
buah bola lampu merek A dan 50 buah bola lampu merek B, sebagai random
sampling.
Dari hasil random sampling didapatkan bahwa bola lampu merek A dapat menyala
rata-rata selama 952 jam, sedangkan merek B 987 jam, dengan standar deviasi 85
jam dan 92 jam. Dengan menggunak a= 5%, ujilah pendapat tersebut.
Penyelesaian :
Prosedur pengujian hipotesis
1. Rumusan Hipotesis
Dari soal diketahui bahwa pengujian dilakukan dengan dua arah. Sehingga
rumusan hipotesisnya adalah sebagai berikut.
2. Menentukan taraf nyata.
a = 5%
Karena data berukuran besar, maka tabel yang digunakan adalah tabel .
sehingga diperoleh
3. Hitung Z0
4. Keputusan dan kesimpulan
Pengujian hipotesis dengan dua rata - rata data berpasangan
Data berpasangan adalah data yang memiliki dua perlakuan berbeda pada objek
atau sampel yang sama. Pengaruh produktivitas sebelum dan sesudah pelatihan
bagi Badu. Jadi disini ada dua perlakuan, pada sampel yang sama. Data seperti
ini disebut data tidak bebas atau non-independent.
Prosedur pengujian hipotesis untuk data berpasangan adalah sebagai berikut.
1. Merumuskan hipotesis
- Uji satu arah kanan
- Uji saru arah kiri
- Uji dua arah
2. Menetapkan taraf nyata
Misalnya taraf nyata (a) adalah 5%. selanjutnya menghitung nilai dari ta dengan melihat tabel pada lampiran 1, dengan derajat kebebasannya adalah n - 1.
3. Menghitung uji hitung statistik
Uji statistik hitung yang digunakan pada uji ini adalah sebagai berikut.
dengan
dimana
4. Membuat keputusan dan kesimpulan
Kriteria keputusan untuk menolak atau menerima adalah sebagai berikut :
- Untuk uji satu arah kanan
- Untuk Uji satu arah kiri
- Untuk uji dua arah





























