Pengujian dengan menggunakan Chi-Square diterapkan pada kasus dimana akan diuji
apakah frekuensi data yang diamati (frekuensi/data observasi) sama atau tidak dengan
frekuensi harapan atau frekuensi secara teoritis. Chi-Square disebut juga dengan Kai Kuadrat.
Chi Square adalah salah satu jenis uji komparatif yang dilakukan pada dua variabel, di mana
skala data kedua variabel adalah nominal. Apabila dari 2 variabel, ada 1 variabel dengan
skala nominal maka dilakukan uji chi square dengan merujuk bahwa harus digunakan uji
pada derajat yang terendah.
Dalam pengujian Chi square, hal yang dapat diuji antara lain adalah uji independensi, uji Goodness of Fit, uji homogenitas, dan uji varians. Dalam buku ini, yang dibahas adalah mengenai uji independesi dan uji goodness of fit.
Uji Goodness of Fit (kecocokan) adalah uji untuk menentukan apakah sebuah populasi mengikuti distribusi tertentu atau tidak. Misalnya, kita ingin mengetahui apakah populasi yang diamati berrdistribusi normal atau tidak, atau mungkin populasi yang diamati ternyata berdistribusi poisson, dan seterusnya. Sehingga uji yang digunakan adalah uji Goodness of Fit dengan Chi square.
Syarat Uji Independensi
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika akan melakukan pengujian dengan Chi Square. Berikut dijelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi, diantaranya:
= Chi Square
= Frekuensi Observa
= Frekuensi Ekspektasi
Untuk memahami apa itu “cell”, perhatikan tabel 2 dibawah ini
Tabel 2, terdiri dari 6 cell, yaitu cell a, b, c, d, e dan f
PROSEDUR UJI CHI SQUARE.
1. Perumusan Hipotesis


2. Menetapkan taraf nyata
Menentukan nilai kesalahan = a . Setelah a ditetapkan selanjutnya menghitung nilai dari
dengan menggunakan tabel
yang ada di Lampiran, dengan
dimana :
db = derajat kebebasan
r = jumlah baris
c = jumlah kolom
3. Menghitung nilai
Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai dari
adalah sebagai berikut.
dimana:
= nilai frekuensi observasi
= nilai frekuensi harapan
4. Penarikan keputusan dan kesimpulan
Kriteria keputusan dari pengujian Chi square adalah sebagai berikut.
, maka Ho diterima
, maka Ho ditolak.
, Antara pemilihan warna dengan jenis kelamin tidak berbeda secara nyata
, Antara pemilihan warna dengan jenis kelamin berbeda secara nyata
2. Menetapkan taraf nyata
Dari soal diketahui bahwa nilai a = 5%
Selanjutnya dihitung nilai dari
dengan db = (r - 1)(c - 1) = (3 - 1)(2 - 1) = 2 dan menggunakan table
pada Lampiran, sehingga diperoleh
Selanjutnya nilai dari
dan
dari setiap cell disajikan dalam satu tabel
Selanjutnya dihitung nilai dari
dan
serta dinyatakan dalam
satu tabel sebagai berikut.
Kemudian dihitung nilai dari
dengan menggunakan rumus berikut
Dalam pengujian Chi square, hal yang dapat diuji antara lain adalah uji independensi, uji Goodness of Fit, uji homogenitas, dan uji varians. Dalam buku ini, yang dibahas adalah mengenai uji independesi dan uji goodness of fit.
Uji Goodness of Fit (kecocokan) adalah uji untuk menentukan apakah sebuah populasi mengikuti distribusi tertentu atau tidak. Misalnya, kita ingin mengetahui apakah populasi yang diamati berrdistribusi normal atau tidak, atau mungkin populasi yang diamati ternyata berdistribusi poisson, dan seterusnya. Sehingga uji yang digunakan adalah uji Goodness of Fit dengan Chi square.
Uji Independensi
Uji independensi adalah uji yang
dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel independen dengan
variabel dependen. Sebelum membahas contoh soal, alangkah baiknya kita mengetahui
terlebih dahulu syarat uji independensi.
Syarat Uji Independensi
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika akan melakukan pengujian dengan Chi Square. Berikut dijelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi, diantaranya:
- Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count (
) sebesar 0 (Nol).
- Apabila bentuk tabel kontingensi , maka tidak boleh ada 1 cell saja yang
memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (“
”) kurang dari 5.
- Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misal 2 x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%.
Jenis Uji Chi Square
Ada beberapa rumus yang digunakan untuk menyelesaikan suatu pengujian Chi Square.
Seperti rumus koreksi yates, Fisher Exact Test, dan Pearson Chi Square. Berikut rincian
penggunaan rumus-rumusnya.
- Jika tabel kontingensi berbentuk 2 x 2, maka rumus yang digunakan adalah “koreksi yates” .
- Apabila tabel kontingensi 2 x 2 , tetapi cell dengan frekuensi harapan kurang dari 5, maka rumus harus diganti dengan rumus “Fisher Exact Test”.
- Rumus untuk tabel kontingensi lebih dari 2 x 2, rumus yang digunakan adalah “Pearson Chi-Square”,
KOREKSI YATES
Dimana:
a, b, c, d = cell dari hasil persilangan dua variabel.
N = banyaknya sampel
PEARSON CHI SQUARE
dimana :
Untuk memahami apa itu “cell”, perhatikan tabel 2 dibawah ini
Tabel 2, terdiri dari 6 cell, yaitu cell a, b, c, d, e dan f
PROSEDUR UJI CHI SQUARE.
1. Perumusan Hipotesis
2. Menetapkan taraf nyata
Menentukan nilai kesalahan = a . Setelah a ditetapkan selanjutnya menghitung nilai dari
dimana :
db = derajat kebebasan
r = jumlah baris
c = jumlah kolom
3. Menghitung nilai
Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai dari
dimana:
4. Penarikan keputusan dan kesimpulan
Kriteria keputusan dari pengujian Chi square adalah sebagai berikut.
Contoh soal
Dari 100 karyawan di PT XYZ, 60 adalah pria dan 40 adalah wanita. Dari 60 orang
pria ternyata 10 menyukai pakaian warna merah muda, 20 menyukai warna putih dan 30
menyukai warna biru. Sedangkan dari 40 orang karyawan wanita, 20 menyukai warna merah
muda, 10 menyukai warna putih dan 10 menyukai warna biru. Dengan tingkat kepercayaan
95% apakah antara pemilihan warna dengan jenis kelamin berbeda secara nyata?
Penyelesaian
Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dibuat tabel kontingensi berdasarkan
informasi yang ada.
Berdasarkan Tabel, dapat dilihat bahwa ukuran dari tabel kontingensi tersebut adalah .
Artinya terdapar 3 baris dan 2 kolom. Selanjutnya, kita akan melakukan prosedur pengujian
hipotesis.
1. Perumusan hipotesis
2. Menetapkan taraf nyata
Dari soal diketahui bahwa nilai a = 5%
Selanjutnya dihitung nilai dari
dengan
a = Pria yang menyukai warna merah muda
b = Wanita yang menyukai warna merah muda
c = Pria yang menyukai warna putih
d = Wanita yang menyukai warna putih
e = Pria yang menyukai warna biru
f = Wanita yang menyukai warna biru
sehingga diperoleh:
Selanjutnya dihitung nilai dari
Kemudian dihitung nilai dari
4. Penarikan keputusan dan kesimpulan
Dari poin 2) diketahui nilai dari
= 5,911 dan dari poin 3) diketahui nilai
= 13,194. Berdasarkan kriteria keputusan, jika nilai dari
>
maka
ditolak, artinya antara pemilihan warna dengan jenis kelamin berbeda secara nyata.
, Data berdistribusi tertentu.
, Data tidak berdistribusi tertentu.
2. Menetapkan taraf nyata
Menentukan nilai kesalahan = a. Setelah a ditetapkan selanjutnya menghitung nilai dari
dengan menggunakan tabel
yang ada di Lampiran, dengan
^2}{f_e})
Goodness of Fit Test (Uji kecocokkan)
Uji kecocokan atau goodness of fit test menentukan apakah sebuah populasi mengikuti
distribusi tertentu. Chi-Square Goodness of Fit dapat digunakan ketika bertemu dengan
kondisi sebagai berikut :
- Metode sample yang digunakan adalah simple random sampling
- Variabel yang digunakan adalah kategorikal
- Nilai yang diharapkan pada sampel yang diobservasi minimal 5 dalam setiap level variabel
Prosedur pengujian Goodness of Fit
1. Perumusan Hipotesis
2. Menetapkan taraf nyata
Menentukan nilai kesalahan = a. Setelah a ditetapkan selanjutnya menghitung nilai dari
db = r - 1
dimana:
db = derajat kebebasan
r = jumlah baris
dimana :
4. Penarikan keputusan
Kriteria keputusan dari pengujian Chi square adalah sebagai berikut
Jika
, maka Ho ditolak.
Contoh soal
Suatu perusahaan membungkus kue dalam kotak yang berisi 20 potong. semua kue dari suatu sampel sebanyak 100 bungkus diteliti dan jumlah kue yang cacat pada masing-masing bungkus dicatat. data sampel adalah sebagai berikut.
Dengan taraf nyata 5%, ujilah apakah jumlah kue yang cacat dalam setiap bungkus mengikuti distribusi binomial ?
Penyelesaian
Diketahui:
banyak kue yang diteliti = 20 x 100 = 2000 potong.
banyak kue yang cacat = (0 x 5) + (1 x 36) + (2 x 28) + (3 x 19) + (4 x 9) + (5 x 3) + (6 x 0) = 200.
Jadi proporsi dari kue yang cacat p =
.
Karena yang diuji adalah kue yang cacat, maka n = 20.
Prosedur pengujian hipotesis
1. Perumusan Hipotesis
= Data berdistribusi normal.
= Data tidak berdistribusi normal
2. a = 5% dengan derajat kebebasannya r - 1 = 5 - 1 = 4, sehingga
Selanjutnya, dihitung nilai dari
yang disajikan dalam tabel berikut.
Jadi, nilai dari
= 7,7121
4. Penarikan keputusan
Dari poin 2 diketahui nilai dari
= 9,488 dan dari poin 3 diketahui nilai
= 7,7121. Berdasarkan kriteria keputusan, jika nilai dari
maka Ho diterima. Artinya distribusi data kue cacat dalam masing-masing kotak mengikuti
distribusi binomial.
Contoh soal
Suatu perusahaan membungkus kue dalam kotak yang berisi 20 potong. semua kue dari suatu sampel sebanyak 100 bungkus diteliti dan jumlah kue yang cacat pada masing-masing bungkus dicatat. data sampel adalah sebagai berikut.
Dengan taraf nyata 5%, ujilah apakah jumlah kue yang cacat dalam setiap bungkus mengikuti distribusi binomial ?
Penyelesaian
Diketahui:
banyak kue yang diteliti = 20 x 100 = 2000 potong.
banyak kue yang cacat = (0 x 5) + (1 x 36) + (2 x 28) + (3 x 19) + (4 x 9) + (5 x 3) + (6 x 0) = 200.
Jadi proporsi dari kue yang cacat p =
Karena yang diuji adalah kue yang cacat, maka n = 20.
Prosedur pengujian hipotesis
1. Perumusan Hipotesis
2. a = 5% dengan derajat kebebasannya r - 1 = 5 - 1 = 4, sehingga
Dengan menggunakan tabel Binomial yang ada pada lampiran, diperoleh data sebagai
berikut
Jadi, nilai dari
4. Penarikan keputusan
Dari poin 2 diketahui nilai dari

















Komentar
Posting Komentar