Langsung ke konten utama

Uji Chi Square

Pengujian dengan menggunakan Chi-Square diterapkan pada kasus dimana akan diuji apakah frekuensi data yang diamati (frekuensi/data observasi) sama atau tidak dengan frekuensi harapan atau frekuensi secara teoritis. Chi-Square disebut juga dengan Kai Kuadrat. Chi Square adalah salah satu jenis uji komparatif yang dilakukan pada dua variabel, di mana skala data kedua variabel adalah nominal. Apabila dari 2 variabel, ada 1 variabel dengan skala nominal maka dilakukan uji chi square dengan merujuk bahwa harus digunakan uji pada derajat yang terendah.
Dalam pengujian Chi square, hal yang dapat diuji antara lain adalah uji independensi, uji Goodness of Fit, uji homogenitas, dan uji varians. Dalam buku ini, yang dibahas adalah mengenai uji independesi dan uji goodness of fit.
Uji Goodness of Fit (kecocokan) adalah uji untuk menentukan apakah sebuah populasi mengikuti distribusi tertentu atau tidak. Misalnya, kita ingin mengetahui apakah populasi yang diamati berrdistribusi normal atau tidak, atau mungkin populasi yang diamati ternyata berdistribusi poisson, dan seterusnya. Sehingga uji yang digunakan adalah uji Goodness of Fit dengan Chi square.

Uji Independensi

Uji independensi adalah uji yang dilakukan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara variabel independen dengan variabel dependen. Sebelum membahas contoh soal, alangkah baiknya kita mengetahui terlebih dahulu syarat uji independensi. 

Syarat Uji Independensi
Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi jika akan melakukan pengujian dengan Chi Square. Berikut dijelaskan syarat-syarat yang harus dipenuhi, diantaranya:

  • Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan atau disebut juga Actual Count () sebesar 0 (Nol).
  • Apabila bentuk tabel kontingensi , maka tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki frekuensi harapan atau disebut juga expected count (“”) kurang dari 5.
  • Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misal 2 x 3, maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%. 
Jenis Uji Chi Square

Ada beberapa rumus yang digunakan untuk menyelesaikan suatu pengujian Chi Square. Seperti rumus koreksi yates, Fisher Exact Test, dan Pearson Chi Square. Berikut rincian penggunaan rumus-rumusnya.
  • Jika tabel kontingensi berbentuk 2 x 2, maka rumus yang digunakan adalah “koreksi yates” .
  • Apabila tabel kontingensi 2 x 2 , tetapi cell dengan frekuensi harapan kurang dari 5, maka rumus harus diganti dengan rumus “Fisher Exact Test”.
  • Rumus untuk tabel kontingensi lebih dari 2 x 2, rumus yang digunakan adalah “Pearson Chi-Square”, 
KOREKSI YATES
Dimana: 
a, b, c, d =  cell dari hasil persilangan dua variabel. 
N = banyaknya sampel

PEARSON CHI SQUARE
dimana :
 = Chi Square
   = Frekuensi Observa
   = Frekuensi Ekspektasi
Untuk memahami apa itu “cell”, perhatikan tabel 2 dibawah ini
Tabel 2, terdiri dari 6 cell, yaitu cell a, b, c, d, e dan f

PROSEDUR UJI CHI SQUARE. 

1. Perumusan Hipotesis



2. Menetapkan taraf nyata
Menentukan nilai kesalahan = a . Setelah a ditetapkan selanjutnya menghitung nilai dari  dengan menggunakan tabel  yang ada di Lampiran, dengan
dimana :
db = derajat kebebasan
r = jumlah baris
c = jumlah kolom

3.  Menghitung nilai
Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai dari  adalah sebagai berikut.
dimana:
 = nilai frekuensi observasi
 = nilai frekuensi harapan

4. Penarikan keputusan dan kesimpulan
Kriteria keputusan dari pengujian Chi square adalah sebagai berikut.
, maka Ho diterima
, maka Ho ditolak.
Contoh soal
Dari 100 karyawan di PT XYZ, 60 adalah pria dan 40 adalah wanita. Dari 60 orang pria ternyata 10 menyukai pakaian warna merah muda, 20 menyukai warna putih dan 30 menyukai warna biru. Sedangkan dari 40 orang karyawan wanita, 20 menyukai warna merah muda, 10 menyukai warna putih dan 10 menyukai warna biru. Dengan tingkat kepercayaan 95% apakah antara pemilihan warna dengan jenis kelamin berbeda secara nyata?

Penyelesaian
Sebelum melakukan pengujian hipotesis, terlebih dahulu dibuat tabel kontingensi berdasarkan informasi yang ada.
Berdasarkan Tabel, dapat dilihat bahwa ukuran dari tabel kontingensi tersebut adalah . Artinya terdapar 3 baris dan 2 kolom. Selanjutnya, kita akan melakukan prosedur pengujian hipotesis. 

1. Perumusan hipotesis
, Antara pemilihan warna dengan jenis kelamin tidak berbeda secara nyata
, Antara pemilihan warna dengan jenis kelamin berbeda secara nyata

2. Menetapkan taraf nyata
Dari soal diketahui bahwa nilai a = 5%
Selanjutnya dihitung nilai dari  dengan db = (r - 1)(c - 1) = (3 - 1)(2 - 1) = 2 dan menggunakan table  pada Lampiran, sehingga diperoleh
 = 5,991

3. Menghitung nilai 
Pertama, kita akan menghitung nilai dari  dari setiap cellnya, yaitu
dengan 
a = Pria yang menyukai warna merah muda 
b = Wanita yang menyukai warna merah muda 
c = Pria yang menyukai warna putih 
d = Wanita yang menyukai warna putih 
e = Pria yang menyukai warna biru 
= Wanita yang menyukai warna biru
Selanjutnya dihitung nilai dari  dengan rumus :
sehingga diperoleh:

Selanjutnya nilai dari  dan  dari setiap cell disajikan dalam satu tabel
Selanjutnya dihitung nilai dari  dan  serta dinyatakan dalam satu tabel sebagai berikut.
Kemudian dihitung nilai dari  dengan menggunakan rumus berikut

4. Penarikan keputusan dan kesimpulan
Dari poin 2) diketahui nilai dari  = 5,911 dan dari poin 3) diketahui nilai  = 13,194. Berdasarkan kriteria keputusan, jika nilai dari  >  maka  ditolak, artinya antara pemilihan warna dengan jenis kelamin berbeda secara nyata.

Goodness of Fit Test (Uji kecocokkan)

Uji kecocokan atau goodness of fit test menentukan apakah sebuah populasi mengikuti distribusi tertentu. Chi-Square Goodness of Fit dapat digunakan ketika bertemu dengan kondisi sebagai berikut :
  • Metode sample yang digunakan adalah simple random sampling
  • Variabel yang digunakan adalah kategorikal
  • Nilai yang diharapkan pada sampel yang diobservasi minimal 5 dalam setiap level variabel
Prosedur pengujian Goodness of Fit

1. Perumusan Hipotesis
, Data berdistribusi tertentu.
, Data tidak berdistribusi tertentu.

2. Menetapkan taraf nyata
Menentukan nilai kesalahan = a. Setelah  ditetapkan selanjutnya menghitung nilai dari  dengan menggunakan tabel  yang ada di Lampiran, dengan
db = r - 1
dimana: 
db = derajat kebebasan 
r = jumlah baris

3. Menghitung nilai 
Rumus yang digunakan untuk menghitung nilai dari  adalah sebagai berikut.

dimana :
   = nilai frekuensi observasi
   = nilai frekuensi harapan

4. Penarikan keputusan
Kriteria keputusan dari pengujian Chi square adalah sebagai berikut
Jika , maka Ho diterima.
Jika , maka Ho ditolak.

Contoh soal
Suatu perusahaan membungkus kue dalam kotak yang berisi 20 potong. semua kue dari suatu sampel sebanyak 100 bungkus diteliti dan jumlah kue yang cacat pada masing-masing bungkus dicatat. data sampel adalah sebagai berikut.
Dengan taraf nyata 5%, ujilah apakah jumlah kue yang cacat dalam setiap bungkus mengikuti distribusi binomial ?

Penyelesaian
Diketahui:
banyak kue yang diteliti = 20 x 100 = 2000 potong.
banyak kue yang cacat = (0 x 5) + (1 x 36) + (2 x 28) + (3 x 19) + (4 x 9) + (5 x 3) + (6 x 0) = 200.
Jadi proporsi dari kue yang cacat p = .
Karena yang diuji adalah kue yang cacat, maka n = 20.

Prosedur pengujian hipotesis
1. Perumusan Hipotesis
 = Data berdistribusi normal.
 = Data tidak berdistribusi normal

2. a = 5% dengan derajat kebebasannya r - 1 = 5 - 1 = 4, sehingga
 = 9,488

3. Menghitung nilai 
Dengan menggunakan tabel Binomial yang ada pada lampiran, diperoleh data sebagai berikut

Selanjutnya, dihitung nilai dari  yang disajikan dalam tabel berikut.
Jadi, nilai dari  = 7,7121

4.  Penarikan keputusan
Dari poin 2 diketahui nilai dari  = 9,488 dan dari poin 3 diketahui nilai  = 7,7121.  Berdasarkan kriteria keputusan, jika nilai dari  maka Ho diterima. Artinya distribusi data kue cacat dalam masing-masing kotak mengikuti distribusi binomial.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Ukuran Pemusatan, Letak dan Sebaran DATA

Ukuran Pemusatan Data (Central Tendency) Salah satu aspek yang paling penting untuk mengambarkan distribusi data adalah nilai pusat data pengamatann(tendensi sentral). setiap pengukuran aritmatika yang ditujukan untuk menggambarkan suatu nilai mewakili nilai pusat atau nilai sentral dari suatu gugus data (himpunan pengamatan) dikenal sebagai Ukuran tendensi sentral . Terdapat tiga ukuran tendensi sentral yang sering digunakan, yaitu 1. Mean (rata - rata hitung/rata - rata aritmatika) Rata - rata hitung atau Arithmetic mean  atau sering disebut dengan istilah mean  merupakan metode yang paling banyak digunakan untuk menggambarkan ukuran tendensi sentral. Mean dihitung dengan menjumlahkan semua nilai data pengamatan kemudian dibagi dengan banyak data. Definisi tersebut dapat dinyatakan dengan persamaan berikut : Mean untuk Data Tunggal Data tunggal adalah data yang belum dikelompokkan ke dalam kelas interval. Untuk mencari nilai mean data tunggal dapat diperoleh den...

Korelasi dan Regresi Linier Berganda

Menurut Abdurahman (2011), secara umum ada dua macam hubungan antara dua variabel atau lebih, yaitu bentuk hubungan dan keeratan hubungan. Analisis regresi digunakan untuk mengetahui bentuk hubungan antara dua variabel atau lebih, terutama untuk menelusuri pola hubungan yang modelnya belum diketahui dengan sempurna, atau untuk mengetahui bagaimana variasi dari beberapa variabel independen mempengaruhi variabel dependen dalam suatu fenomena yang kompleks. Jika adalah variabel-variabel independen dan Y adalah variabel dependen, maka terdapat hubungan fungsional antara dan , dimana variasi dari akan diiringi pula oleh variasi dari Y. Secara matematika hubungan di atas dapat dijabarkan sebagai berikut: , dimana Y adalah variabel dependen, adalah variabel independen dan e adalah variabel residu (disturbance term). Analisis regresi berganda merupakan perluasan dari analisis regresi linier sederhana. Dalam regresi linier sederhana, dibuat analisis hubungan dua variabel (satu variabel indepe...